Review Senapan Angin Canon 737

10/01/2015 0
senapan angin canon 737 short
Canon; atau yang di luar negeri bernama Cannon tapi bukan bagian dari Canon Japan®; adalah salah satu pabrikan senapan angin besar dari Surabaya. Sejak lama Canon dikenal akan kehandalan, kualitas, dan akurasi produknya. Pada kesempatan kali ini saya akan mereview senapan angin merk Canon 737 short dengan popor kayu. Senapan Canon ini kebetulan milik pribadi, jadi review mungkin sedikit subjektif.

Canon Super 737 sebenarnya adalah penerus dari suksesor seri Canon Super Deluxe 707 yang saat ini sudah discontinue. Memakai tabung angin dengan diameter 22mm (OD22), power Canon 737 tergolong cukup memadai untuk melumpuhkan buruan kecil atau sedang. Kenapa saya memilih tipe laras pendek? Selain menyukai bentuknya, kebetulan saya kurang suka menembak jarak jauh (long range) karena lebih senang memakai visir.

Canon 737 short memiliki panjang laras 50cm OD9 yang dilindungi serubung (srombong) laras plastik berukuran OD13. Larasnya dari baja dengan 8 alur halus berlawan arah jarum jam (counter clockwise) pada 1¼ putaran. Chamber-nya dari plastik ABS yang cukup kuat untuk menopang teleskop berukuran kecil hingga sedang. Senapan Canon 737 ini menganut sistem trigger model dumping seperti pada Sharp Innova. Trigger dan pelindung trigger juga dari bahan plastik yang sudah dilengkapi pengunci picu.

Baik visir depan maupun belakang terbuat dari plastik. Secara pribadi saya sangat menyukai visir Canon dibanding dari produk Sharp atau Benjamin. Memberi kesan sederhana tapi dengan nuansa modern, ditambah kemudahan dalam mengatur visir baik vertikal (elevation) maupun horizontal (windage). Senapan angin ini memakai sekat wool pada sistem pompa sehingga proses pemompaan angin terasa halus dan ringan dibanding senapan sejenisnya.

Popor kayu yang digunakan terbuat dari kayu mahoni yang ringan dan memiliki bentuk sederhana karena lebih cocok untuk berburu. Selain popor kayu, senapan Canon 737 juga hadir dengan popor plastik ABS berwarna hitam doff yang memiliki bobot lebih ringan. Secara keseluruhan, Canon 737 adalah senapan yang cantik. Garapannya halus dan rapi, serta memiliki kualitas bahan (build quality) yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
review canon 737

Review akurasi dan hasil tembakan Canon 737

Mereview senapan angin tentu tidak lengkap tanpa menguji tembakannya. Senapan Canon 737 yang diuji kali ini dibeli dari baru dan sudah melewati masa break-in kurang lebih 250 tembakan. Mimis yang dipakai adalah jenis wadcutter merk RWS Supermag 9,3 grain, jarak tembakan 7 meter dengan 3x pompa. Saya memakai visir (open sight) dengan target tembakan adalah kardus yang sudah dilingkari dengan spidol.
Akurasi senapan canon 737
Dari percobaan 5x tembakan, saya mendapatkan grouping sebesar koin Rp50 dimana ada 1 tembakan mengarah ke lubang yang sama. Kebetulan sebelum percobaan dimulai terjadi benturan pada visir belakang (rear sight) sehingga arah tembakan sedikit ke arah kanan atas dari target yang ditentukan.

Dari hasil uji tembakan, bisa dilihat bahwa akurasi Canon 737 tergolong baik dan konsisten. Hasil ini jelas akan lebih baik lagi jika menggunakan teleskop ditambah dudukan senapan (rifle stand) yang bagus. Saat ini saya sedang mencoba akurasi pada 10m dan 20m. Ditunggu saja perkembangannya.

Pengertian Muzzle Brake

9/28/2015 0
Apa itu muzzle break
Muzzle brake; atau yang juga disebut muzzle break; sering kali diartikan sebagai perangkat tambahan pada senapan angin yang berfungsi untuk memecah suara yang keluar dari laras senapan agar tidak hanya mengarah ke depan, tapi juga ke samping. Diharapkan dengan cara itu, target dan semua yang ada di sekelilingnya tidak akan mengetahui asal / sumber tembakan. Benarkah demikian?

Muzzle brake awalnya diciptakan pada senjata api dan kendaraan tempur untuk mengarahkan gas hasil pembakaran propelan atau mesiu ke samping. Tujuannya adalah untuk mengurangi hentakan (recoil) dan gerakan laras ke atas. Pada senapan dan pistol, muzzle break juga sering disebut compensator atau suppresor.

Berbeda pada peruntukan senjata api, penggunaan muzzle brake pada senapan angin justru akan mengurangi kecepatan laju (velocity) mimis saat keluar dari laras. Mengapa? Ingat, senapan angin memanfaatkan angin atau gas untuk melontarkan mimis. Penggunaan muzzle break justru akan "memecah" konsentrasi angin pendorong mimis ke depan karena angin berbelok ke segala arah, tidak hanya ke depan saja.

Berkurangnya daya pendorong akibat angin yang berbelok ini tentu berpengaruh pada kecepatan laju mimis. Pengurangan velocity ini memang tidak signifikan pada senapan angin berdaya besar seperti pada PCP, tapi tentu akan sangat terasa pada senapan jenis pompa (uklik).

Arah angin yang berbelok juga berdampak pada berkurangnya daya hentak (recoil) yang dirasakan penembak, utamanya pada senapan jenis per atau pegas. Gelombang suara tembakan pun akan menyebar ke samping mengikuti pergerakan angin yang terpecah.

Apakah muzzle break bisa diterapkan di senapan saya?

Jika anda memiliki senapan PCP, gejluk, atau tipe per (pegas), penggunaan muzzle break akan membantu mengurangi recoil yang dihasilkan saat menembak sehingga akurasi dapat meningkat. Pengurangan kecepatan laju mimis tidak terlalu dirasakan karena daya (power) tembakan yang masih tergolong besar.

Sebaliknya, penggunaan muzzle break pada senapan uklik; apalagi pada laras yang pendek; tidak disarankan karena akan mengurangi kecepatan laju mimis secara signifikan akibat power tembakan berkurang. Tips untuk mengurangi suara tembakan secara signifikan pada senapan laras pendek adalah dengan menggunakan peredam ukuran panjang.

Resep Derkuku dan Punai Goreng

9/09/2015 0
resep derkuku, resep punai, punai goreng, derkuku goreng, cara masak derkuku, cara masak punai, resep masakan punai, resep masakan derkuku
Derkuku atau tekukur dan punai adalah jenis buruan yang paling digemari di Indonesia. Selain tergolong mudah didapat, daging burung ini mudah diolah dan memiliki citarasa yang lezat. Berikut kami berikan Resep Derkuku Goreng atau Punai Goreng dengan sambal pedas istimewa.

Bahan-bahan :
  • 2-3 ekor burung derkukur atau punai, bersihkan bulu dan kotorannya
  • 2 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • 1 liter air
  • 1 ruas kunyit
  • 2 lembar daun salam
  • 2 buah kemiri
  • 1 batang sereh
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt merica

Cara membuat :
  1. Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, merica, dan kemiri.
  2. Masukkan bumbu halus dalam panci berisi air.
  3. Tambahkan garam dan penyedap rasa jika suka.
  4. Masukkan daun salam dan sereh, biarkan hingga mendidih.
  5. Masukkan burung derkukur atau punai dan rebus selama 20 menit.
  6. Angkat dan tiriskan untuk menghilangkan airnya.
  7. Goreng dalam minyak panas dengan api sedang.
  8. Sajikan dengan nasi hangat dan sambal yang tersedia.

Bahan sambal

  • 3 buah cabe rawit merah, goreng sebentar
  • 10 buah cabai merah keriting, goreng sebentar
  • 2 siung bawang putih, goreng sebentar
  • ¼ sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • 2 lembar daun jeruk, buang tulangnya
  • ½ sdt terasi, panaskan sebentar di atas bara api
Haluskan semua bahan di atas. Sajikan dengan burung tekukur atau punai goreng.